5 Tanaman Pencegah Longsor yang harus anda ketahui

5 Tanaman Pencegah Longsor – Bagi mereka yang tinggal di lereng gunung atau tebing tentu akan merasa bahwa saat terjadi hujan menjadi hal yang cukup menakutkan. Hal itu di sebabkan bisa jadi dalam kondiri hujan terjadi banjir atau tanah longsor.

Tapi sejak zaman dulu sebagian besar dari mereka sudah sangat pandai, dimana mereka menanam tanaman pencegah longsor di dekat rumah atau tebing-tebing. Hal ini mungkin salah satu cara paling efektif yang pernah ada.

5 Tanaman Pencegah Longsor

Nah, mungkin beberapa dari Anda hanya mengetahui salah satu jenis tanaman yang terkenal menahan atau mencegah longsor, misalkan saja tanaman vetivier. Tapi sebenarnya selain jenis tumbuhan ini masih ada yang lainnya. Namun mari kita ulas secara rinci 5 tanaman pencegah longsor, termasuk rumput vetiver, antara lain:

  • Tanaman Vetiver
5 Tanaman Pencegah Longsor
Tanaman Vetiver

Ini merupakan jenis tanaman yang memang cukup trend di tanam saat ini, bahkan pihak pemerintah juga sangat merekomendasikan untuk menanamnya. Jenis tanaman ini hampir sama dengan rumput gajah, tapi dia tidak meninggi. Dimana tingginya mungkin hanya sampai 50 cm.

  • Gamal (Gliricidia Maculata)

Jenis tanaman Gamal ini sebenarnya berasal dari Amerika Tengah dan Brazilia yang beriklim kering. Tanaman ini direncanakan masuk ke Indonesia untuk dipakai jadi tanaman pelindung pada area perkebunan di wilayah Medan.

Secara umum Gamal memiliki bentuk pohon, semak, daun majemuk bersirip ganjil. Bunga berupa malai, lukar dari ketiak daun, bunga berwarna merah jambu, buah polongan, serta akarnya cukup dalam. Peranan tanaman gamal, yakni jadi pelindung, pagar, ternak, makanan serta penahan erosi. Tanaman ini bisa diperbayak dengan memakai stek atau biji.

  • Kaliandra (Calliandra Calothrysus)
kaliandra

Tinggi tanaman kaliandra bisa sampai 8 M. Tanaman ini bisa tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m dpl. Dia toleransi pada tanah yang kurang subur, bisa tumbuh cepat serta berbintil akar hingga dapat meredam erosi tanah serta air.

Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif bisa mendesak perkembangan gulma. Disamping itu, tanaman ini bisa dipakai jadi tanaman penahan erosi serta penyubur tanah.

  • Turi (Sesbania Grandiflora)
turi

Turi terhitung semacam tanaman semak serta di Indonesia banyak ditanam di pematang sawah. Karakter spesial dari tanaman turi ialah perkembangannya yang demikian cepat. Tinggi tanaman dapat sampai 10 mtr., serta bunganya besar berupa seperti kupu-kupu berwarna merah muda, putih atau ungu.

Tanaman ini berdaun kecil dan berbentuk bundar, buahnya berupa polong yang panjang.Turi bisa menyesuaikan pada tanah asam yang tidak subur, tanah kapur, terkadang tumbuh subur pada tanah yang digenangi air.

Semua Masyarakat Indonesia Timor tentu kenal tanaman ini. Turi adalah pohon serbaguna jadi makanan hewan, sayuran mengonsumsi manusia, untuk kayu bakar serta batangnya jadi material konstruksi mudah dan benar-benar baik untuk bertambah kesuburan tempat.

  • Lamtoro Gung (Leucaena Leucocephala)
Lamtoro Gung

Tanaman ini berupa pohon yang bisa memiliki ketinggian samapai 10 M, dan biasanya mempunyai akar yang cukup dalam. Daunnya kecil-kecil memiliki bentuk lonjong, bunganya bertangkai. Tanaman ini toleransi pada hujan, angin, kekeringan, dan tanah-tanah yang kurang subur.

Kesamaan dari 5 tanaman ini adalah memiliki akar serabut yang sangat banyak hal ini memungkinkan kita untuk menanamnya pada tanah yang berpotinsi longsor , dengan tujuan akar serabut mereka dapat menahan pergeseran tanah yang disebabkan

So, demikian 5 tanaman pencegah longsor yang bisa kami ulas untuk Anda. Kami berharap ini bisa membantu meminimalisir banjir atau longsor yang bisa jadi menimpa daerah Anda. Sehingga tidak akan ada lagi berita bencana yang bahkan bisa menelan korban jiwa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *